Selasa, 19 Juni 2012

Rekam Medis Puskesmas Terintegrasi

Pusat kesehatan masyarakat (selanjurnya disebut Puskesmas) adalah Organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat, dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat. Fungsi dari Puskesmas selain sebagai pelayan kesehatan masyarakat, juga berfungsi dalam pencatataan dan pelaporan setiap transaksi kepada Dinas Kesehatan.

Catatan dari setiap transaksi di Puskesmas akan digunakan Dinas Kesehatan dalam menganalisa keadaan kesehatan masyarakat di daerah tertentu. Misalnya di daerah X sedang terjadi wabah flu burung, maka dengan data dari catatan yang berasal dari Puskesmas dapat diambil kebijakan yang tepat guna memberantas wabah tersebut. Catatan terdiri dari berbagai data medis, misalnya: identitas pasien, penyakit yang diderita, dan frekuensi kunjungan.


Penanganan wabah perlu tindakan yang cepat sebelum tersebar ke daerah-daerah lainnya, sehingga perlu sistim pelaporan yang cepat agar Dinas Kesehatan bisa mendapatkan data dan melakukan kebijakan yang tepat. Sistim pelaporan manual yang diterapkan saat ini membuat pelaporan menjadi lambat, apalagi yang berada di daerah-daerah terpencil. Pelaporan yang lambat menyebabkan penanganan yang lambat pula, sehingga terkadang wabah baru diketahui setelah menyebar luas.

Rekam Medis Terintegrasi adalah solusi untuk mempercepat sistim pelaporan Puskesmas. Rekam Medis Terintegrasi menggunakan internet sebagai media pengiriman laporan kepada Dinas Kesehatan. Terintegrasi yang dimaksud disini adalah data yang dimiliki Puskesmas bisa didapat oleh Dinas Kesehatan secara otomatis, selain itu jika ada pasien yang pindah maka tidak perlu membuat kartu baru karena data yang dimiliki bisa diakses dari Puskesmas manapun yang terintegrasi.

Rekam Medis Terintegrasi menggunakan sistim basis data, dimana basis data yang berada di puskesmas langsung terunggah via internet ke dalam satu server, yaitu server Dinas Kesehatan. Server Dinas Kesehatan mengintergrasikan basis data yang berasal dari seluruh Puskesmas. Dinas Kesehatan melakukan analisa keadaan kesehatan masyarakat dari basis data yang masuk, sehingga kemudian bisa diambil kebijakan-kebijakan yang tepat dalam menangaani masalah-masalah kesehatan yang muncul.

Hambatan yang mungkin terjadi jika sistim ini diterapkan adalah: (1) Infrastruktur yang kurang memadai, seperti kurang tersedianya jaringan yang bisa diandalkan; (2) Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Puskesmas tidak terbiasa dengan sistim yang baru; (3) Kurangnya political will dari pemerintah pusat dan daerah untuk menerapkan sistim ini; (4) Terdapat oknum yang melakukan tindakan yang menghambat berjalannya sistim yang baru, seperti: korupsi, peretasan, dan pencurian infrastruktur.

Hambatan-hambatan diatas perlu ditangani scara serius oleh pemerintah pusat dan daerah sehingga masalah kesehatan masyarakat bisa ditangani secara lebih baik. Pertama, pemerintah harus menyediakan infrastruktur yang memadai demi berjalannya sistim ini, termasuk didalamnya menyediakan komputer disetiap Puskesmas, memperluas jangkauan internet, dan menjaga agar internet tetap bisa digunakan. Kedua, melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada setiap SDM di Puskesmas tentang cara praktis pemakaian sistim yang baru ini. Ketiga, pemerintah dengan kebijakannya harus memiliki political will  untuk memaksa diterapkan sistim ini, termasuk didalamnya memecat setiap pegawai yang menolak memakai sistim baru ini. Keempat, menerapkan sanksi pidana yang tegas sehingga membuat efek jera kepada pelaku korupsi, peretasan dan pencurian infrastruktur.

Demikianlah telah diterangkan secara singkat tentang Rekam Medis Puskesmas Terintergrasi yang diharapkan bisa menjadikan penanganan masalah kesehatan di Indonesia, terutama untuk kalangan menengah kebawah terwujud lebih baik. Keseriusan pemerintah dan dukungan masyarakat, serta kemauan pegawai Puskesmas menjadi kunci dalam penerapan sistim ini. (Zulfahmi)

Sabtu, 11 Februari 2012

Saatnya Mahasiswa "Stop Kiriman Orang Tua!"

Mahasiswa, sebuah status sosial yang cukup membanggakan. Tidak semua orang bisa memperoleh gelar ini, mahalnya biaya pendidikan sudah cukup menjadi seleksi. Dalam sosial kemasyarakatan mahasiswa adalah representatif dari kaum muda terpelajar / intelektual, dari kaum mereka diharapkan menjadi pelopor dari perubahan menuju lebih baik.

Tapi tahukah Anda, dibalik status yang “membanggakan” tersebut, mahasiswa juga ditimpa problem yang cukup serius. Mahasiswa dituntut (baik oleh ortu maupun sistem) untuk rajin kuliah dan ketika lulus segera mendapat kerja. Selama mahasiswa dia tidak boleh memikirkan yang lainnya, hanya belajar, belajar, dan belajar. Namun dalam kenyataannya, mahasiswa tidak semulus itu dalam menjalani “rute” kehidupan ini. jumlah pekerjaan yang terbatas, sementara persaingan tinggi menyebabkan ribuan bahkan jutaan sarjana menganggur paska kuliah (kompas.com, 18-02-2011).

Mengapa sarjana bisa menganggur? Apakah belajarnya tidak sunggguh-sungguh? Tidak juga. Persoalan utama seorang sarjana bisa menganggur adalah karena tidak siapnya mereka dalam dunia kerja. Mereka berangan-angan setelah lulus akan kerja di perusahaan besar atau menjadi PNS, gaji besar, punya keluarga yang bahagia, dan hidup aman sentosa. Padahal dalam kenyataan tidak selalu seperti itu, banyak hal-hal baru yang akan ditemui nanti setelah masuk bursa kerja.

Sebenarnya darimana awal mula masalah ini? jawaban saya adalah dari “kenyamanan hidup sebagai mahasiswa”. Bagaimana tidak nyaman, setiap hari hanya memikirkan belajar, sementara masalah finansial tinggal ambil di ATM. Butuh kebutuhan mendesak, mau beli ini dan itu, tinggal telepon orang tua. Nyaman bukan? Hati-hati... inilah masalah pertamanya. Hal ini akan berpengaruh pada mental (mindset) mahasiswa, mahasiswa akan menganggap remeh masalah keuangan. Sementara ketika lulus, ia justru dihadapkan pada tekanan untuk mencari uang, sesuatu yang belum pernah dijalani selama mahasiswa. Akhirnya, fakta jutaan pengangguran sarjan tidak bisa dihindari.

Solusinya, bagi mahasiswa yang tidak mau ikut dalam persaingan jutaan mahasiswa dalam mendapatkan pekerjaan, harus mengubah mental dari “pencari kerja” menjadi “pembuka lapangan kerja” alias jadi pengusaha. Dari kapan? Dari sekarang.... sejak dari kuliah bahkan dari SMA. Anda mungkin butuh tenaga ekstra ketika berwirausaha sambil kuliah, namun percayalah masa-masa “santai” ketika menjadi mahaiswa terlalu berharga jika hanya digunakan untuk bermain-main, bersantai-santai, pacaran, game online, rekreasi dll. Lebih baik tinggalkan kesenangan itu dan 100% fight selama masih jadi mahasiswa.

Rizki itu dari Allah, ini adalah prinsip aqidah kita sebagai seorang muslim, jangan pernah takut untuk berwirausaha selama itu halal dan memiliki prospek yang bagus. Jangan takut untuk telepon orang tua dan meminta untuk STOP kiriman. Mengapa ketika kita berwirausaha harus STOP kiriman dari ortu? Karena selama kita masih dikirim orang tua, rizki kita akan diberikan Allah melalui jalur orang tua kita. Maka kita harus STOP kiriman dari orang tua, agar rizki kita bisa masuk langsung melalui tangan kita.

Selain itu, STOP kiriman dari orang tua juga akan mengubah mental kita yang dulunya ketika butuh uang tinggal ke ATM, atau telepon orang tua, kini sudah mengerti kalau butuh uang harus lebih bekerja keras. Mungkin ada yang bilang “the power of kepepet”. Beberapa orang yang menginspirasi saya dalam bidang wirausaha juga memulai ketika masih jadi mahasiswa. Seperti Purdhi Chandra (Owner Primagama), Ust. Fauzan Albanjari (Owner Bee shar’e), Agung Nugroho S. (Owner Simply Fresh Laundry), Saptuari sugiharto (Owner Kedai digital), mereka semua mengawali usahanya sejak masih menyandang gelar mahasiswa.

Ada lagi satu masalah, yaitu masalah gender. Apakah benar yang berwirausaha itu laki-laki saja, dan perempuan tidak memiliki peluang untuk suskses berwirausaha? Apakah laki-laki itu kuat dan perempuan itu lemah? Apakah analisis laki-laki itu tajam dan perempuan tidak? Tidak juga. Bisa jadi benar jika seorang perempuan setiap hari tontonannya sinetron, film-film sedih, lagu-lagu melow, berkumpul dengan para penggosip, atau bergaul dengan teman-teman yang kerjaannya hanya salon, shoping, dan nonton. Tinggalkan semua itu, jadilah perempuan yang kuat. Berwirausaha jauh lebih bisa menjaga iffah (kehormatan) dibanding menjadi pegawai / karyawan. Dengan menjadi wirausaha Anda bisa memilih pegawai Anda, bisa mengatur waktu sesuka Anda, sehingga tidak melalaikan tugas utama menjadi ibu rumah tangga.

Baik Anda laki-laki ataupun perempuan, mulailah wirausaha sejak mahasiswa, jadilah insan mandiri dan raih kesuksesan Anda. Semoga bermanfaat :)

(Zulfahmi, 11-02-2012)

Sabtu, 04 Februari 2012

Tiga Macam Internet Marketing

Ada banyak macam-macam internetmarketing, mulai dari memasarkan produk yang real, menjual informasi, sebagai perantara, dll.  Disini saya akan menerangkan tiga macam internet marketing yaitu, menjual produk yang real, menjual informasi dan menjadi perantara.

Pertama, menjual produk yang real.  Contohnya saya memiliki distro kaos SALADINDISTRO, maka kaos yang saya jual adalah produk real. Hanya pemasarannya saja yang dilakukan di dunia maya. Hampir semua produk yang berada di dunia nyata bisa dipasarkan di dunia maya. Bahkan barang yang hampir tak terpikirkan seperti sandal jepit, kaos kaki, pecel, dll. Jika Anda tertarik ingin memasarkan produk Anda maka carilah produk sekitar Anda yang akan Anda pasarkan di dunia maya.

Kedua, menjual informasi. Ketika Anda memiliki informasi tertentu yang dibutuhkan orang, maka Anda bisa menjualnya di dunia maya. Contohnya jika Anda mempunyai pengetahuan tentang tutorial “bagaimana membuat web dengan cara yang mudah”, maka menjual ebook-nya adalah termasuk menjual informasi.

Ketiga, sebagai perantara. Misalkan saya memiliki website percetakan dan konveksi online www.raja-cetak.com. Tentu saja saya tidak memiliki konveksi dan percetakan di dunia nyata, karena modalnya tidak sedikit. Tetapi saya bekerjasama dengan percetakan dan konveksi yang ada di daerah saya, seperti meminta harga khusus. sehingga dari selisih harga yang diberikan, saya mendapat keuntungan.

Kelebihan internet maketing sebagai perantara adalah kita tidak perlu mengeluarkan modal yang besar. Asyiknya lagi kita bisa memasarkan berbagai macam produk dan jasa tanpa harus memikirkan produksinya. (Zulfahmi, 04-05-2012)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More